Goyang Seronok Biduan, Siapa Sih Yang Ngajari?

Fenomena goyang seronok penyanyi Dangdut lokal di panggung seolah tak bisa dihentikan. Ibarat kata, hilang satu tumbuh seribu. Yang jadi pertanyaan, siapa sih yang ngajari biduan dangdut goyang erotis dan seronok?.

Seni dan seni berekspresi kadang jadi alasan bagi mereka untuk tetap melakukan aksi goyang seronok. Padahal sangat jelas berbeda, tarian atau goyang yang didasarkan pada nilai seni dengan tarian yang 'intinya' mengumbar syahwat penyanyi. Memang masih banyak yang tidak melakukan aksi seperti itu. Namun seperti yang saya katakan di awal, fenomena goyang erotis biduan lokal di panggung seperti tak ada yang bisa menghentikannya. Bahkan ketika ada berita pencekalan artis Dangdut level ibu kota di suatu daerah tertentu tidaklah membuat mereka berniat menghentikan aksinya. Jika tujuannya demi popularitas, masih banyak artis Dangdut yang tersohor dan populer bukan lantaran aksi yang tidak pantas.

Elvy Sukaesih, Evie Tamala, Rita Sugiarto, Ayu Ting Ting, Siti Badriah, Soimah, Lesti, hingga artis Dangdut pendatang baru yang terkenal lewat lagu Sakitnya Tuh Di Sini, Cita Citatapun bisa merengkuh sukses tanpa harus mengumbar auratnya di panggung dengan goyang seronok. Mereka pun tidak pernah memberi contoh buruk kepada biduan-biduan Dangdut di daerah untuk bergoyang tak pantas di atas panggung. Bahkan, sebelum muncul nama Inul, Dewi Persik dan lainnya, tak ada satupun di antara artis Dangdut senior ibu kota tersebut yang memberikan contoh goyang yang dinilai kurang pantas tersebut. Lalu siapa yang ngajari?

Apa sih ruginya menyanyi dengan gaya yang lebih santun dan lebih elok di pandang mata, tanpa harus goyang seronok, memakai gaun yang anggun?. Apakah takut kehilangan job?. Via Vallen, Lilin Herlina, biduan lokal yang tetap memakai gaun yang santun dan tidak vulgar,  tak pernah berhenti menerima job. Mereka berdua juga terkenal bukan karena goyangan seronok atau pakaian mini yang ketat dan vulgar kan?.

Goyang Seronok biduan lokal siapa yang ngajari?

Mungkin ada yang bertanya, apa sih batasan bahwa biduan itu goyang seronok atau bukan?. Secara mudahnya begini, kan banyak biduan yang sering tampil di tv lokal. Kira-kira pernah tidak, seorang biduan bergoyang atau beraksi seperti gambar di atas. Tentu tidak kan?. Lalu, mengapa ketika tampil di televisi (yang jangkauan lebih luas) mereka memakai gaun yang panjang, santun dan aurat tertutup, goyang pun tidak seerotis ketika pentas di panggung terbuka apalagi sampai ada kejadian biduan Dangdut digreyangi. Dari pihak televisi jelas melarang penyanyi berpakaian vulgar, dan penyanyi juga tidak seerotis di panggung ketika goyang, ya itu karena sebenarnya mereka sudah tahu kalau hal itu sangat tidak pantas dilakukan untuk publik.

Semoga saja artikel ini bisa menggugah kesadaran bagi biduan Dangdut lokal yang masih menggunakan cara kuno dan tak pantas jika tujuannya untuk merengkuh popularitas. Intinya, untuk meraih kesuksesan menjadi penyanyi, goyang seronok dan erotis bukanlah sebuah jawaban. Jawabannya adalah teladani kesukesan artis Dangdut senior (era 60an-awal 2000) ibu kota dan biduan lokal seperti Elvy Sukaesih, Rita Sugiarto, Ellya Khadam, Ida Laila, Ikke Nurjanah, Evie Tamala, Iis Dahlia, Mega Mustika, Ine Synthia, Camelia Malik, Via Vallen, Lilin Herlina dan lain-lain yang terkenal bukan karena goyangan erotisnya.

Kategori :

artikel